top of page
  • Writer's pictureranadinara27

3 Cara Efektif Menerapkan Demokrasi dalam Keluarga. Yuk, ikuti caranya!

Pada awal abad ke -20 sistem demokrasi sudah mulai masuk ke Indonesia. Meskipun pada masa itu Indonesia masih dalam penjajahan Belanda namun paham demokrasi sudah mulai tersebar melalui para mahasiswa yang mendapatkan akses pendidikan ke negara Eropa.


Indonesia sendiri mengalami/ merasakan empat masa perkembangan demokrasi. Di mulai dari taun 1945 hingga saat ini.


Lantas, bisakah demokrasi di terapkan dalam ruang lingkup keluarga? bagaimana caranya?




Hai, teman baik Ipedia


Mengutip keterangan KBBI bahwa arti dari demokrasi adalah (bentuk atau sistem) pemerintahan yang seluruh rakyatnya turut serta memerintah dengan perantara wakilnya ; pemerintahan rakyat.


Nilai- nilai universal dalam demokrasi sejalan dengan nilai-nilai yang ada pada Pancasila. Kedua paham tersebut menjadikan rakyat sebagai pemegang tertinggi kedaulatan juga pengambil keputusan.


Indonesia sendiri menganut sistem demokrasi Pancasila sebagai dasar negara. Pancasila menjadi benteng pertahanan agar sistem demokrasi yang sudah ada tidak merusak nilai-nilai kebangsaan Indonesia.


Sebagai dasar negara, demokrasi Pancasila mengatur segala aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Penerapanya juga masuk ke dalam lingkup terkecil dari sebuah negara yaitu keluarga.


Menerapkan Demokrasi dalam Keluarga


Pandemi covid 19 melanda seluruh dunia tak terkecuali Indonesia. Beradaptasi pada perubahan yang terjadi saat itu menjadi solusi terbaik untuk bisa tetap bertahan hidup.


Hal tersebut juga terjadi pada keluarga mbak Hilda. Bernama lengkap Hilda Violina Farhan adalah salah satu member kelas Bunda Sayang batch 8 yang merupakan bagian program edukasi Ibu Profesional.


Saat itu mbak Hilda dan keluarga terpaksa harus pindah dari Jakarta ke Sukabumi. Sebuah keputusan berat namun harus di lakukan.


Masalah muncul justru ketika pandemi covid mereda karena saat itu anak-anak sudah mulai harus kembali ke sekolah.


Mbak Hilda dan anak-anak tidak ingin kembali ke Jakarta. Anak-anak ingin agar sekolahnya pindah ke Sukabumi. Hanya saja ada perbedaan pendapat antara mbak Hilda dan suami.

Musyawarah pun di ambil untuk mencari solusi masalah yang ada. Anak- anak di ajak ikut terlibat di dalamnya.


Proses panjang musyawarah kali ini menjadi momen penting bagi keluarga mbak Hilda karena anak-anak bisa belajar lebih banyak tentang demokrasi dalam keluarga.


Dalam keseharian mbak hilda dan suami selalu melakukan praktik demokrasi untuk setiap keputusan dalam rumah tangga mereka. Kemudian penerapan demokrasi dalam keluarga tersebut di terapkan juga pada anak-anak.

Hingga kini demokrasi dalam keluarga tetap berjalan di keluarga mbak Hilda



3 cara efektif menerapkan demokrasi dalam keluarga ala mbak Hilda


Menerapkan demokrasi akan lebuh baik jika di lakukan sejak anak-anak kecil agar mereka terbiasa mendengarkan pendapat orang lain dan terlatih mengutarakan pendapatnya.

Berikut 3 cara efektif dalam menerapkan demokrasi ala mbak Hilda:

  1. memberikan kesempatan pada anak untuk menyatakan pendapatnya

  2. memberikan kebebasan anak untuk memilih apa yang akn menjadi pilihanya beserta konsekuensi yang ada. Namun, jika di rasa hal yang akan mereka lakukan/putuskan adalah hal yang berbahaya maka keputusan mutlak pada orang tua

  3. membiasakan untuk punya waktu berdiskusi ataupun sharing dengana anak-anak


kami membiasakan diri untuk berdiskusi dengan anak, membiarkan mereka mengungkapkan perasaanya dan mengambil keputusan. Sebelumnya kami juga terlebih dahulu mengajarkan baik dan buruk

Hilda Fiolina Farhan


Seperti apa kisah lengkap perjalanan demokrasi keluarga mbak Hilda? simak cerita lengkapnya di segmen talk Sate Super episode #62




25 views0 comments

留言


bottom of page