top of page
  • Writer's pictureIpedia beritabaik

Perlukah Seorang Ibu Belajar dan Berkarya Lagi?

Ditulis oleh: ranuhe


Seorang ibu, baik di ranah publik dan domestik kini punya banyak kesempatan untuk belajar lagi. Inilah opini baik yang disampaikan oleh Thurisina Ainie, Pemimpin Administrasi Baik di Ipedia. Seperti apa pendapat beliau mengenai isu ini?


ibu-belajar-berkarya

Hai Sahabat Ipedia!


Riuh rendahnya perkembangan dunia digital saat ini, slogan “ibu belajar lagi” sudah tidak asing. Seorang ibu, baik di ranah publik dan domestik kini punya banyak kesempatan untuk belajar lagi. Bahkan perempuan di ranah domestik juga bisa mengembangkan diri dengan memiliki keterampilan dan keahlian baru.


Bagaimana opini baik dari Thurisina Ainie, seorang ibu dari empat anak yang disampaikan dalam artikel ini? Yuk, kita simak!


Perempuan yang Sudah Menjadi Ibu Harus Terus Mengembangkan Dirinya

Sebagai seorang ibu, beliau yang akrab disapa dengan sebutan Mami ini menyampaikan pendapatnya mengenai pentingnya seorang perempuan yang sudah menikah dan memiliki anak untuk tetap dapat mengembangkan diri. Meski semakin tua akan cenderung lebih malas untuk belajar, tapi perlu ilmu untuk hidup.


Seremeh perkara menyiapkan bahan makanan keluarga perlu ilmu tentang perdapuran. Mendidik anak perlu ilmu parenting. Semuanya bahkan tergolong dalam ilmu yang tidak dipelajari selama sekolah.


Beliau juga menekankan bahwa ada banyak perempuan yang justru baru mulai memikirkan dan menemukan jati dirinya ketika anak-anak sudah beranjak dewasa. “Mau jadi apa ya aku? Sudah tepatkah profesi yang kupilih?”, ungkap beliau. Bahkan ada kalanya seseorang baru menemukan minat di bidang baru dan berpikir,


Sepertinya aku suka dengan bidang itu. Apakah aku terlambat untuk belajar?
-Thurisina Ainie

Teknologi Memudahkan Ibu Belajar Lagi

Saat ini, seorang ibu tidak perlu meninggalkan rumah dan anak-anak ketika ingin mengembangkan diri. Teknologi membuat semua bisa diakses dengan satu sentuhan jari.


Seorang ibu bisa menghasilkan karya dan belajar keanekaragaman pembelajaran serta memiliki peluang untuk mendapatkan tambahan penghasilan. Bonusnya, ibu jadi lebih bahagia.


Akan tetapi, tentu ada konsekuensi ketika seorang ibu ingin belajar lagi. Jatah waktu selama 24 jam yang semula digunakan secara penuh untuk mengurus pekerjaan domestik dan mendampingi anak, akan menjadi berkurang ketika digunakan untuk belajar dan berkarya.


Keduanya kembali kepada pilihan dan prioritas diri masing-masing. Sisi baiknya, menghabiskan waktu untuk belajar dan berkarya tentu lebih baik jika dibandingkan dengan hanya rebahan dan berjalan-jalan menelusuri media sosial bukan? Beliau menambahkan bahwa seorang ibu butuh waktu untuk dirinya sendiri, salah satunya dengan ibu belajar lagi.



Belajar dan Berkarya vs Mendampingi Anak

Lalu bagaimana jika kebutuhan belajar dan berkarya bagi seorang ibu berbenturan dengan pekerjaan domestik dan mendampingi anak? Mana yang harus dipilih? Anak-anak pasti butuh waktu untuk bersama ibunya, terutama bagi bayi hingga batita.


Saat anak mulai tumbuh besar dan bersekolah, waktu yang digunakan seorang ibu untuk belajar dan berkarya bukanlah sesuatu yang mengurangi jatah waktu perannya sebagai seorang ibu. Hal ini justru bisa menjadi contoh nyata bagi anak-anak.


Mami sendiri bercerita tentang situasi beliau ketika masih fokus membersamai anak-anak. Putrinya yang berusia 6 tahun tidak ingin menjadi seorang ibu rumah tangga karena melihat Mami yang seharian mengurus anak. Putrinya bahkan sempat berkata tidak ingin punya anak karena melihat sosok ibu yang benar-benar mendedikasikan dirinya untuk keluarga.


Di lain waktu, setelah Mami memulai aktivitas sebagai event organizer, menyiapkan acara, dan mulai sibuk belajar lagi, ternyata membuahkan pandangan yang berbeda dari putrinya. “Teteh bangga sama Mami”, ucap putri beliau. Wah, ternyata memang benar bahwa pengajaran terbaik bisa didapatkan melalui contoh nyata.


Di balik semua alasan tadi, Mami menyampaikan bahwa motivasi terbesarnya ketika belajar dan berkarya adalah demi kebahagiaan diri sendiri. Ada rasa bahagia ketika dapat mengasah bakat dan menggunakannya untuk hal yang bermanfaat.


Apalagi ditambah bonus kebahagiaan saat anak-anak Mami juga belajar dan mulai terbiasa menyaksikan ibunya belajar dan berkarya.


Lihat, Mami yang setua ini saja masih semangat belajar. Kalian juga yuk, mumpung masih punya banyak waktu,

Itulah yang Mami ucapkan kepada anak-anak beliau. Di umur Sahabat Ipedia yang sekarang, kira-kira masih mau belajar apa lagi nih?





18 views0 comments

תגובות


bottom of page