top of page
  • Writer's pictureRedaksi Ipedia

Perlukah Siswa TK – SMA Wisuda Layaknya Mahasiswa?

Maraknya perayaan kelulusan siswa TK, SD, SMP dan SMA yang dilabeli dengan nama “wisuda” menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Sahabat Ipedia termasuk yang pro atau kontra, nih? Bagaimana opini baik dari Dwiana Pandan Wangi seorang guru TK dan Ruslinda Desiana, seorangpsikolog yang disampaikan dalam artikel ini? Yuk, kita simak!


Perlukah Siswa TK – SMA Wisuda Layaknya Mahasiswa

Hai Sahabat Ipedia!


Podcast Dunia Perempuan Episode 10 mengangkat judul “Kontraversi Wisuda TK – SMA, Biaya atau Atribut?” Sebuah topik yang sangat viral di kalangan masyarakat Indonesia menjelang kenaikan dan kelulusan anak-anak sekolah.


Banyak yang menyayangkan biaya yang dikeluarkan untuk selebrasi tersebut, namun banyak pula yang setuju dengan kegiatan tahunan yang diadakan oleh sekolah dengan alasan untuk mengapresiasi anak-anak.


Artikel opini baik kali ini akan membahas bagaimana pendapat Dwiana Pandan Wangi dan Ruslinda Desiana dengan latar belakangnya masing-masing, menyoroti fenomena “wisuda” anak sekolah yang terjadi di Indonesia.


Wisuda, Pembuktian Guru pada Para Orang Tua

Sebagai seorang guru TK di TK Aisyiyah 03 Ngringo, Jawa Tengah, Dwiana Pandan Wangi, yang akrab disapa Mbak Pandan ini mengungkapkan pendapatnya mengenai selebrasi tahunan yang dikenal dengan sebutan “wisuda”.


Menurut beliau, jika ditilik dari sudut pandang guru, maka selebrasi ini lebih mengarah ke pembuktian kerja guru selama setahun dalam mendidik dan membimbing siswa-siswinya di sekolah. Sehingga, selebrasi yang kerap dilabeli dengan “wisuda” ini menjadi puncak dari pembuktian tersebut.


Wisuda ini bisa menjadi beban bagi sejumlah orang, dan dalam konteks kekiniannya bisa dibilang FOMO.

Akan tetapi, beliau juga menyoroti pemberian label “wisuda” yang disematkan untuk acara selebrasi ini. Padahal, acara yang digelar setiap tahun ini bukan literally wisuda seperti yang dilakukan oleh mahasiswa di perguruan tinggi. Hanya pentas seni dan perayaan kelulusan siswa di sekolah tersebut.


Anak Wisuda, Orang Tua Bangga

Sementara itu, dari sisi psikologi, Ruslinda Desiana, atau biasa dipanggil Kak Runa, memberikan pendapatnya. Menurut kacamata beliau, makna “wisuda” untuk siswa TK hingga SMA ini sendiri merupakan sebuah apresiasi bagi murid-murid yang telah menyelesaikan suatu jenjang pendidikan.


Momen-momen ketika anak naik ke atas panggung dan mendapatkan apresiasi atas prestasinya, itulah momen-momen yang akan dikenang sampai nanti anak-anak dewasa. Momen ini tidak akan terbayarkan dengan apapun.

Orang tua mana yang tidak bangga melihat anaknya telah berhasil menyelesaikan salah satu tahapan studinya dan tampil di atas panggung? Menurut pandangan psikologi, selebrasi dan apresiasi ini merupakan suatu hal yang sangat wajar.


Dampak Positif dan Negatif dari Wisuda TK – SMA

Sama seperti hadirnya pro dan kontra di tengah masyarakat, adanya wisuda TK hingga SMA ini juga memiliki dampak positif dan negatifnya tersendiri. Baik Mbak Pandan maupun Kak Runa sama-sama sepakat bahwa dampak positifnya lebih besar dibandingkan dampak negatifnya.



Meski demikian, kemasannya lah yang perlu diperhatikan. Jangan sampai terlalu berlebihan dan membebankan para orang tua maupun anak-anaknya sendiri. Terlebih dengan biaya yang membengkak dan atribut yang terlalu macam-macam.


Lantas, apa saja dampak positif dan negatif dari selebrasi “wisuda” TK sampai SMA ini? Simak dalam tayangan Podcast Dunia Perempuan Episode 10, “Kontraversi Wisuda TK – SMA, Biaya atau Atribut?” berikut ini:







15 views0 comments

Recent Posts

See All

コメント


bottom of page